Sinopsis Gu Family Book Eps 3 Part 2


shot0677

[Sinopsis Bagian 1]

Kang Chi berlutut di halaman. Di hadapan Tuan Park dan yang lainnya. Choi melemparkan serenceng uang ke hadapan Bong Chool. Tuan Park berkata itu adalah uang 50 nyang yang dijanjikan Kang Chi dan Kang Chi telah berlutut meminta maaf.

“Apakah itu cukup?” tanyanya.

“Tentu saja, Tuan,” kata Bong Chool tertawa puas.

shot0324 shot0329

Kang Chi hanya bisa melirik kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya Bong Chool dan anak buahnya pergi.

“Dasar brengsek itu,” gumam Kang Chi kesal.

Choi menghampirinya dan mengomelinya dengan kesal. Ia menyuruh Kang Chi meminta maaf pada Tuan Park. Kang Chi menunduk hormat pada Tuan Park, terlihat penyesalan di wajahnya.

shot0330 shot0332

“Sekarang apa?” tanya Tuan Park, “Jika kau berkelahi, alasannya hanya 2. Dia merusak penginapan kita atau kau melihatnya mengganggu orang lemah. Yang mana?”

Kang Chi terharu mendengar kepercayaan Tuan Park padanya. Ia berkata ia tidak boleh membuat alasan atas perbuatan yang telah dilakukannya.

“Semua ini karena temperamenku dan kurangnya pengendalian diri. Aku minta maaf.”

Tuan Park tersenyum. Ia berkata berkelahi di usia muda bukanlah suatu kesalahan besar.

“Tapi, Kang Chi..kau sekarang sudah dewasa. Tak lama lagi kau akan membantu Tae Soo mengurus penginapan ini. Kau seharusnya lebih bertanggung jawab dalam menangani masalah ini. Berlututlah dan pikirkan apa yang kaulakukan hari ini.”

Tuan Park masuk ke dalam. Choi memukul Kang Chi dengan gemas, memintanya untuk tumbuh dewasa. Kang Chi ditinggal berlutut sendirian di halaman. Ia menghela nafas panjang.

shot0335 shot0337

Nyonya Yoon menemui suaminya dan bertanya berapa lagi ia harus bersabar mengenai Kang Chi. Tuan Park bertanya apakah Nyonya Gong (calon mertua Chung Joo) sudah pulang. Nyonya Yoon berkata ia telah mengantar Nyonya Gong pulang dan telah memberinya kain sutera. Ia merasa sangat malu.

Tuan Park cuek saja mendengar keluh kesah isterinya.

“Aku mohon padamu untuk mengusir Kang Chi dari rumah kita.”

“Hanya ada waktu sebulan lagi sebelum dia berusia 20 tahun.”

“Pada saat itu, apa kau akan mengusirnya pergi?”

“Isteriku!” tegur Tuan Park.

“Aku tidak tahan dengan anak itu. Aku tidak tahan dengannya sejak ia tiba di rumah ini.”

Tuan Park menatap istrinya sambil menghela nafas panjang.

shot0342 shot0343

Kilas balik:

Nyonya Yoon sedang hamil tua saat Tuan Park membawa Kang Chi yang masih bayi pulang ke rumah. Ia tidak setuju merawat bayi itu sementara ia sendiri akan melahirkan. Tuan Park berkata ia tidak tega meninggalkan bayi itu di sungai.

“Tidak, aku tidak setuju. Kita tidak bisa membiarkan bayi tanpa asal usul yang jelas ke dalam rumah kita. Bagaimana jika dia malah membawa kesialan? Sudah 2 bulan kita tidak mendengar kabar dari kapal yang kita kirim ke Cina dan uang kita tidak banyak.”

“Istriku!”

shot0346 shot0347

Tiba-tiba terdengar suara Kang Chi menangis dari ruangan lain. Rupanya Choi tak sengaja menjatuhkan tempat lilin dan mengenai kepala Kang Chi hingga berdarah. Tuan Park segera menggendong Kang Chi. Saat itulah gelang yang melilit tangan Kang Chi terjatuh.

Ajaibnya, luka di kepala Kang Chi sembuh dengan sendirinya. Tuan Park, isterinya, dan Choi terkejut melihat peristiwa itu. Tapi Nyonya Yoon jadi ketakutan.

“Apa yang kaubawa ke rumah kita ini?” tanyanya panik.

Tuan Park menyentuh dahi Kang Chi dan terlihat shock saat mendapati sama sekali tidak ada bekas luka. Seakan-akan peristiwa tadi tak pernah terjadi.

shot0355 shot0356

“Ini pertanda buruk. Keluarkan bayi itu dari rumah kita sekarang juga. Sekarang juga!” ujar Nyonya Yoon. Saking kagetnya, Nyonya Yoon merasakan kontraksi yang hebat di perutnya. Ia akan melahirkan.

Tuan Park menanti di halaman sementara semua pelayan sibuk mondar mandir untuk membantu proses kelahiran. Terdengar suara Nyonya Yoon berteriak-teriak kesakitan tapi bayinya tidak keluar juga. (hmmm…dulu aku teriak sedikit aja langsung dipelototin sama susternya hahaha😀 katanya berteriak itu menghabiskan tenaga)

Choi menghampiri tuannya dan berkata apa yang harus mereka lakukan, Nyonya mengalami kesulitan melahirkan. Nyawa ibu dan bayinya mungkin dalam bahaya.

shot0363 shot0367

Tuan Park melihat gelang Kang Chi di tangannya. Ia teringat ucapan So Jung kalau gelang itu bisa menolak roh jahat. Jika Tuan Park merawat bayi itu hingga usia 20 tahun tanpa melepaskan gelang itu dari tangannya, makan kebaikan Tuan Park akan mendapat balasannya dan semua yang dilakukan Tuan Park akan menghasilkan kesuksesan.

Tuan Park kembali ke kamar dan memandangi bayi Kang Chi.

“Siapa kau?” tanyanya. “Apa kau benar-benar pembawa keberuntungan atau bayi yang dikutuk?”

Terdengar teriakan keras Nyonya Yoon.

Tuan Park merasa ia harus mencoba segala hal dalam keadaan segenting ini. Ia mengikatkan gelang itu kembali ke tangan bayi Kang Chi. Mendadak angin bertiup kencang dalam kamar itu.

shot0370 shot0373

Terdengar teriakan Nyonya Yoon yang sangat keras. Tuan Park bergegas keluar. Teriakan isterinya disusul dengan suara tangis bayi. Choi menghampiri tuannya. Ia mengucapkan selamat karena Tuan Park sudah menjadi ayah. Ibu dan bayinya dalam keadaan sehat.

Bukan itu saja, tiba-tiba seorang pelayan datang memberitahukan kalau kapal mereka yang mereka kira hilang di laut telah kembali. Bukan hanya satu kapal, ketiga kapal yang mereka kirim ke Cina telah kembali. Semua orang bersorak karena itu artinya krisis keuangan keluarga ini telah terlewati.

shot0379 shot0385

Tuan Park sangat senang. Tiba-tiba ia sadar lalu menoleh ke kamar tempat Kang Chi terbaring di sana. Kata-kata So Jung bergema di pikirannya. Di dalam kamar, butiran-butiran cahaya biru melayang-melayang di sekitar bayi Kang Chi. Angin kembali berhembus dengan kencang seakan mengukuhkan keyakinan Tuan Park bahwa Kang Chi memanglah pembawa keberuntungan.

shot0389 shot0391

Dan sekarang Kang Chi si pembawa keberuntungan itu duduk berlutut di halaman sambil memegangi perutnya yang kelaparan. Tiba-tiba seseorang mengulurkan apel.

“Chung Jo!” seru Kang Chi senang. Ia bertanya bagaimana Chung Jo bisa masuk padahal wanita dari keluarga Tuan Park dilarang masuk ke sana (ke area penginapan).

“Jadi kau tak mau makan?” tanya Chung Jo.

Kang Chi mengambil apel yang dibawa Chung Jo lalu memakannya.

Chung Jo tersenyum senang, tapi ia nampak khawatir.

shot0398 shot0399

“Mengapa kau melakukan hal tadi? Walau kau melakukannya, pernikahan tidak akan dibatalkan. Kau juga tahu, kan? Dalam hidup ini ada hal-hal yang harus kaulakukan walau kau tidak ingin melakukannya. Pernikahan ini termasuk di dalamnya.” (Jadi Kang Chi sengaja membuat keributan agar pernikahan Chung Jo batal?)

“Mengapa kau harus melakukan hal yang tidak kausukai?” tanya Kang Chi kesal.

“Kita harus bersabar dan berkorban demi melindungi apa yang kita sayangi.”

Kang Chi bertanya apa yang sedang dilindungi Chung Jo. Keluargaku, jawab Chung Jo. Ia hanya seorang gadis lemah dalam keluarganya, tapi jika pernikahannya bisa menjamin kesejahteraan ayahnya dan keluarganya, dan membantu penginapan berkembang, maka ia sudah bahagia.

“Aku bisa melakukanya. Aku bisa melindungi hotel, Tuan, kau, dan seluruh keluargamu. Aku akan melindungi semuanya. Aku kuat, kau juga tahu itu.”

shot0404 shot0406

Chung Jo tersenyum, tentu saja ia tahu kekuatan Kang Chi. Tapi kadangkala kekuatan saja tidak cukup dalam politik dan kerjasama yang saling menguntungkan (koalisi kali ya istilah singkatnya^^).

Kang Chi bertanya apa yang benar-benar Chung Jo inginkan, di luar semua itu.

“Apa kau menyukaiku?” Wow….to the point ^^

“Kang Chi…”

“Aku tidak perlu tahu yang lainnya. Katakan saja. Satu….Dua…Tiga…”

Chung Jo tetap diam. Kang Chi terlihat kecewa tapi ia tidak menyerah.

shot0410 shot0411

“Satu…Dua….T….”

Chung Jo mengecup pipi Kang Chi. Kang Chi tertegun.

shot0418 shot0423

Chung Jo mengajak Kang Chi masuk karena udara dingin. Kang Chi masih bengong. Chung Jo bangkit berdiri lalu tersenyum pada Kang Chi. Anehnya, ketika ia berbalik senyum itu lenyap. Hmm… gugup?

shot0429 shot0706

Chung Jo masuk ke dalam. Kang Chi menyentuh pipinya dengan tangan. Persis seperti yang dilakukan Wol Ryung ketiak Seo Hwa mengecupnya. Kang Chi melompat berdiri lalu melolong dan tertawa bahagia sambil berputar-putar. Sayangnya, Nyonya Yoon melihat semua kejadian tadi.

shot0435 shot0438

Nyonya Yoon teringat pada keputusan Tuan Park untuk membiarkan Kang Chi tinggal sebulan lagi. Tapi Nyonya Yoon khawatir terjadi sesuatu dalam waktu satu bulan itu.

“Kau tahu Kang Chi menyukai Chung Jo, iya kan?” tanyanya pada suaminya saat itu. Tapi Tuan Park hanya tersenyum dan berkata Chung Jo dan Kang Chi tumbuh bersama sebagai adik kakak, apa yang dikhawatirkan Nyonya Yoon tidak akan terjadi. Insting ibu dalam hal seperti ini biasa benar……

Dan sekarang Nyonya Yoon melihat dengan mata kepala sendiri kalau Kang Chi dan Chung Jo saling menyukai. Ia memutuskan akan mengusir Kang Chi jika Tuan Park tidak mau melakukannya. Woi ahjumma! Apa kau tidak ingat jasa Kang Chi? Kalau bukan karena Kang Chi, kau dan bayimu mungkin tidak selamat waktu itu ~,~

shot0440 shot0441

Yeo Wool menyodorkan telapak tangannya pada seorang nenek peramal nasib. Nenek itu melihat tangan dan wajah Yeo Wool lalu cemberut.

“Tidak bagus.”

“Apa maksudnya?”

“Kau tidak akan beruntung mendapatkan jodoh.”

Gon tersenyum mendengar penuturan si nenek.

shot0444 shot0448

“Pria harus punya sedikit lemak di wajah mereka. Mereka juga harus punya pundak yang lebar. Barulah para gadis akan suka,” si nenek menasihati. “Kau begitu kurus dan berwajah lemah.”

“Tapi nek, aku ini wanita,” Yeo Wool membetulkan.

“Heh?” Nenek itu membuka topi Yeo Wool lalu berdecak kesal. “ Lebih buruk! Bahkan lebih buruk! Pria seperti apa yang akan jatuh cinta padamu jika kau berpakaian seperti ini ke mana-mana? Seorang gadis itu harus lembut dan feminin untuk mendapatkan pria.”

“Ya?” Yeo Wool bengong. Gon tersenyum geli.

“Aku tidak mau lihat lagi. Satu koin,” Nenek itu mengulurkan tangan.

shot0449 shot0452

Mereka duduk di sebuah kedai. Yeo Wool meletakkan kepalanya di atas meja dengan frustrasi (gaya khas Suzy dalam tiap dramanya hehe…coba liat deh di Dream High dan Big juga dia pernah melakukan hal yang sama^^).

“Kurasa takdirku hidup sendirian sampai mati. Lembut dan feminin? Obat apa yang bisa membantuku menjadi seperti itu?”

Walau merasa geli tapi Gon berusaha menghibur Yeo Wool. Ia menasihati agar Yeo Wool tidak perlu terlalu menanggapi perkataan nenek peramal tadi. Yeo Wool duduk dengan tegak.

shot0456 shot0459

“Aku benar-benar penasaran. Gadis yang mahir menggunakan pedang dan panah benar-benar tidak menarik untuk pria? Benarkah seperti itu?” tanyanya ingin tahu.

Gon tak berani menatap Yeo Wool. Ia berdehem dan berkata ia tidak tahu. Tapi Yeo Wool mengira Gon pun berpendapat seperti itu.

“Bukan, bukan itu maksudku, “ ujar Gon cepat. Hehe..penampilan sih garang tapi nervous kalau masalah perasaan😄

“Tidak apa-apa, tidak usah menghiburku. Aku akan mati sendirian. Tidak apa-apa, tak perlu mengkhawatirkan aku,” Yeo Wool kembali bersandar di meja. Gon tersenyum.

shot0463 shot0465

“Bahkan sepatu tua pun ada pasangannya,” terdengar seseorang menimpali. “Bagaimana bisa manusia tidak ada pasangannya.”

Yeo Wool menoleh dan melihat seorang biksu mabuk. Ia adalah So Jung. Yeo Wool tertarik dan langsung duduk di depan So Jung.

“Apa kau pintar meramal?” tanyanya.

“Nona memiliki jiwa yang bersih dan polos.”

“Ooo..kau pintar sekali.” LOL^^

shot0468 shot0472

Ia mengulurkan telapak tangannya dan meminta So Jung melihat apakah ia akan memiliki jodoh atau tidak.

Gon hendak mencegahnya. “Nona…”

“Sssstttt…..” Yeo Wool mengulurkan tangannya. “Jangan berisik.”

“Mari kita lihat….” So Jung melihat telapak tangan Yeo Wool. Wajahnya berubah serius. Ia menatap Yeo Wool lalu memeriksa sekali lagi.

shot0475 shot0479

“Kenapa? Apa aku benar-benar tidak memiliki jodoh? Aku benar-benar akan mati sendirian seperti kata nenek itu?” tanya Yeo Wool.

“Tidak, itu tidak benar. Nona akan segera menemukan jodoh.”

“Benarkah? Kapan? Di mana? Dia seperti apa?” tanya Yeo Wool bersemangat.

“Jika bisa, sebaiknya Nona menghindari takdir ini.”

“Kau bilang dia jodohku, bukankah itu artinya langit yang telah menentukan? Jika aku bisa menghindarinya, bagaimana ia bisa disebut jodohku?” kata Yeo Wool bingung.

shot0481 shot0490

“Pertemuan kalian mungkin tidak bisa dicegah. Tapi Nona bisa memilih takdir Nona. Walau sudah menjadi takdir tapi jika Nona tidak memilih jalan itu….takdir Nona bisa berubah.”

Yeo Wool bertanya apa tidak ada jalan lain, seperti jimat atau semacamnya.

“Seorang teman baikku bertemu dengan seseorang yang tidak seharusnya ia temui. Pada akhirnya ia mati. Tidak ada cara lain untuk menghentikan cinta yang telah ditakdirkan kecuali menghindari cinta itu.”

“Jadi kau menyuruhku hidup sendirian sampai tua dan mati? Begitukah?”

So Jung tertawa dan berkata Yeo Wool orang berhati baik. Ia yakin jika Yeo Wool sabar menunggu pasti akan menemukan seseorang yang baik.

“Sudahlah, tidak perlu menghiburku,” kata Yeo wool cemberut. Ia lalu beranjak pergi.

“Pohon sakura di bawah cahaya bulan adalah pertanda buruk untuk Nona. Jika Nona bertemu seseorang di sana, Nona harus menghindarinya tak peduli bagaimanapun juga. Nona mengerti, kan?” ujar So Jung.

Yeo Wool mengerutkan kening mendengar perkataan So Jung.

shot0498 shot0499

Seorang pembawa pesan menuju rumah Tuan Park dan memberikan surat dengan gambar tanda panah di sampulnya. Begitu membaca isi surat itu, Tuan Park langsung berangkat.

Ia bahkan tidak memberitahukan ke mana ia hendak pergi pada isterinya. Nyonya Yoon nampaknya memiliki rencana lain dengan tidak adanya Tuan Park di rumah.

shot0501 shot0502

Tae Soo membawa bertumpuk-tumpuk buku pada Kang Chi. Itu adalah buku-buku pembukuan penginapan selama tiga bulan terakhir. Tae Soo menyuruh Kang Chi memeriksa buku-buku itu dan memastikan semua perhitungannya benar.

“Kenapa kau melakukan ini?” protes Kang Chi. “Apa ini hukuman atas apa yang terjadi kemarin?”

“Kami kehilangan 50 nyang karena dirimu. Apa kau pikir kau tidak perlu menebusnya?”

“Lebih baik berikan aku pekerjaan fisik. Seperti membersihkan istal kuda? Atau membersihkan 12 gudang?”

“Duduk,” Kata Tae Soo tegas. Melihat keseriusan Tae Soo, Kang Chi duduk sambil cemberut.

“Jangan berpindah dari sana sebelum semuanya selesai. Apa kau mengerti?”

shot0509 shot0514

Kang Chi mengomel pelan. Tae Soo berkata ia peduli pada Kang Chi makanya membiarkan Kang Chi hukuman ringan. Ia tersenyum geli lalu buru-buru keluar.

“Tae Soo!!” Hehe…Jadi inget Jae Ha sama Shi Kyung di TK2H. Sayangnya hubungan Kang Chi dan Tae Soo tidak akan sebaik itu nantinya😦

shot0517 shot0518

Kang Chi menggebrak meja dengan kesal. Tanpa menyadari kekuatannya, meja itu langsung rubuh. Tiba-tiba pelayan Chung Jo datang. Ia menyerahkan sepucuk surat pada Kang Chi lalu pergi.

Kang Chi membaca surat itu. Ia mengira itu surat dari Chung Jo. Padahal dari Nyonya Yoon. Jebakan.

shot0522 shot0528

Tuan Park pergi sendirian ke sebuah benteng jauh di dalam hutan. Rupanya itu sebuah tempat pelatihan militer. Dan itu adalah tempat milik Dam Pyung Joon. Ayah Dam Yeo Wool. Yup, orang yang telah menusuk Wol Ryung 20 tahun lalu dan juga yang telah menyelamatkan Seo Hwa.

Dam Pyung Joon menyambut Tuan Park dengan ramah.

shot0533 shot0536

Hari sudah gelap. Tae Soo nampak senang mengetahui hari ini Kang Chi tidak membuat keributan. Ia yakin Kang Chi sudah tertidur saat ini. Sayangnya rasa senang itu lenyap ketika melihat kamar tempat Kang Chi dihukum kosong melompong. Lagi-lagi Tae Soo hanya bisa menghela nafas panjang.

shot0539 shot0544

Kang Chi pergi ke tempat kincir air. Ia memanggil-manggil Chung Jo. Berkelebat beberapa bayangan melewatinya, ia juga mendengar langkah beberapa orang melewati tempat itu. Pelayan Chung Jo keluar dari ruangan kincir.

“Gob Dan! Ada apa ini? Mengapa Chung Jo ingin menemuiku di sini? Apa ada masalah?” tanyanya khawatir saat melihat wajah Gob Dan yang gugup.

Gob Dan berkata Chung Jo menunggu Kang Chi di dalam. Ia menyuruh Kang Chi menanyakannya langsung.

shot0547 shot0548

Kang Chi masuk ke dalam ruangan yang gelap itu sambil memanggil Chung Jo. Ia keluar dari pintu yang lain. Nyonya Yoon sudah menunggunya di sana.

“Nyonya….”

shot0551 shot0552

“Pepatah lama memang tidak salah. Katanya kita tidak boleh mengambil anak dan dibesarkan seperti anak sendiri. Contohnya kau. Beraninya kau menyukai puteriku padahal kau tidak tidak tahu asal usulmu. Bagaimana kau bisa mendekati Chung Jo dengan maksud tersembunyi?”

“Maafkan aku, Nyonya. Tapi aku tidak punya maksud tersembunyi padanya.”

“Kalau begitu apa?”

“Aku benar-benar tulus. Aku seorang rendahan tanpa asal-usul jelas. Tapi aku tulus.”

Nyonya Yoon semakin marah. Ia berteriak memanggil para pengawal. Kang Chi kaget Nyonyanya berbuat sejauh itu.

shot0555 shot0557

Sementara itu Tuan Park sedang berdiskusi dengan Dam Pyung Joon mengenai Bi Joo (jabatan Joo Gwan Woon sekarang yaitu asisten menteri di Han Yang). Rupanya dua bulan terakhir ini terjadi serangkaian peristiwa pembunuhan dimulai dari daerah Jinju berlanjut ke propinsi selatan.

Orang-orang yang menyelidiki kejadian ini pun ditemukan mati. Dan mayat mereka ditemukan di dekat penginapan Tuan Park.

“Apa Tuan berpikir semua ini ada kaitannya dengan Bi Joo?” tanya Tuan Park.

shot0560 shot0561

Dam Pyung Joon berkata orang-orang Jo Gwan Woong telah mengambilalih berbagai bisnis di propinsi selatan. Setiap orang yang menentang akan dilenyapkan. Orang-orang itu mati tanpa ada yang tahu dan mereka kehilangan semua harta benda mereka.

Tuan Park mulai mengerti ke mana arah pembicaraan Dam Pyung Joon.

“Kalau begitu…”

“Kurasa penginapan Tuan menjadi target selanjutnya. Penginapan Seratus Tahun milik Tuan.”

Walau sudah bisa menduga, Tuan Park kaget juga.

shot0563 shot0564

Perkiraan Dam Pyung Joon benar. Rombongan Jo Gwang Woong bergerak menuju kota tempat keluarga Park tinggal. Tak jauh dari tempat mereka, Yeo Wool dan Gon mengawasi. Gon mengirim surat rahasia melalui burung merpati.

“Ada lebih dari 10 pengawal yang terlihat. Aku yakin sedikitnya ada lebih dari 30 orang yang tidak terlihat.”

Gon setuju dengan pendapat Yeo Wool. Mereka terus mengawasi rombongan Jo Gwan Woong.

shot0569shot0604

Kang Chi dipukuli oleh para pengawal. Nyonya Yoon menyuruh Kang Chi memilih: pergi dari penginapan dan tidak pernah kembali, atau …

“Penginapan Seratus Tahun adalah rumah dan keluargaku. Ke mana aku harus pergi? Mohon tarik perintah Nyonya,” pinta Kang Chi.

“Aku tidak punya pilihan lain. Jika kau tidak mau pergi, aku akan membuatmu tidak bisa kembali.” Ia lalu memerintahkan kepala pengawal menggulung Kang Chi dengan tikar lalu memukulinya hingga tikar hancur llau buang Kang Chi ke jalan. Kejaaaaaam >,<

Kepala pengawal, Han Noh, merasa keberatan karena Tuan Pak sedang tidak ada.

“Aku yang akan memberitahunya. Jika beliau tahu orang rendahan ini beraninya menyukai puterinya, beliau juga akan terkejut. Ia akan merasa terkhianati sebanyak rasa percayanya padamu,” ujar Nyonya Yoon. Ia lalu pergi dari sana.

shot0615 shot0616

Kang Chi berusaha memanggil Nyonya Yoon. Tapi kepala pengawal menghadangnya.

“Aku merasa tak enak padamu. Tapi aku harus mengikuti perintah Nyonya,” kata Han Noh. “Tolong jangan salahkan kami.”

Kang Chi telah tinggal di rumah ini selama 20 tahun, tentu saja ia mengenal semua orang di sini. Semua pelayan dan semua pengawal.

Para pengawal memegangi Kang Chi tapi Kang Chi meronta lalu melarikan diri. Ia menggunakan kekuatannya untuk melepaskan tali yang mengikat tubuhnya. Para pengawal mengejarnya.

shot0622shot0624

Gon dan Yeo Wool berada di daerah itu. Yeo Wool bertanya pada Gon mengenai perkataan So Jung.

“Kenapa biksu itu berbicara mengenai pohon sakura di bawah bulan sabit? Apa kaupikir ada arti misterius di baliknya?”

“Nona sebaiknya tidak terlalu mendengarkan perkataan orang seperti itu,” kata Gon.

“Aku juga tidak mau tapi kata-katanya terus terngiang di pikiranku.”

shot0628 shot0630

Ssst…Gon merasa ada sesuatu. Mereka mendengar langkah seseorang. Yeo Wool memutuskan untuk turun dan Gon menyerang dari arah lain. Mereka pun berpisah.

Para pengawal mengepung Kang Chi. Kang Chi meminta mereka berhenti, ia tidak mau bertarung melawan mereka. Para pengawal itu melemparkan serbuk putih, yang rupanya obat bius untuk melumpuhkan Kang Chi. Tapi Kang Chi masih bisa melawan.

“Mungkin dia memang monster. Bagaimana bisa ia masih bertahan,” bisik seorang pengawal pada Han Noh.

“Tangkap dia tanpa terlalu melukainya,” kata Han Noh.

shot0634 shot0636

Kang Chi lama kelamaan bertambah lemah. Saat Han Noh hendak menangkapnya, tiba-tiba sebuah panah melesat melewati mereka. Yeo Wool melompat dan berdiri di antara Kang Chi dan para pengawal. Wajahnya ditutupi topi bercadar.

“Siapa kau?” tanya Han Noh.

“Itulah yang seharusnya kutanyakan. Siapa kalian yang menyerang pria tak bersenjata?”

“Jangan ikut campur. Silakan pergi.”

shot0639 shot0640

“Pertama, perkenalkan dulu diri kalian. Apa kalian orang-orang yang bertanggungjawab atas serangkaian pembunuhan di propinsi selatan?”

Han Noh menyuruh Yeo Wool pergi. Tapi Yeo Wool tidak mau. Jika ia sudah melibatkan diri maka ia akan terlibat sampai akhir.

Para pengawal mengeluarkan pedang mereka dan mulai menyerang Yeo Wool. Kang Chi tak bisa membantu karena terpengaruh obat. Samar-samar ia melihat seseorang berkelahi dengan para pengawal.

Tiba-tiba seseorang meraih tangannya dan menariknya untuk melarikan diri. Para pengawal hendak mengejar tapi dihalangi oleh Gon yang menutupi wajahnya dengan kain.

Seorang dari pengawal berlari mengejar Yeo Wool dan Kang Chi. Gon nampak khawatir tapi ia harus mengalahkan para pengawal lebih dulu.

So Jung berdiri di luar penginapan Seratus Tahun.

shot0652 shot0655

Dam Pyung Joon berkata ia sudah mengirim 2 orang yang paling dipercayainya ke Penginapan Seratus Tahun dan mengawasi di dekat Tuan Park (well…siapa lagi kalau bukan Yeo Wool dan Gon). Tuan Park hanya bisa pasrah.

Yeo Wool membawa Kang Chi kabur. Saat berlari, topi Yeo Wool terlepas hingga rambutnya terurai. Kang Chi hanya bisa melihatnya samar-samar.

“Chung Jo…Apa kau Chung Jo?” tanyanya dalam hati.

shot0657 shot0661

Pengawal yang mengejar mereka tiba-tiba ada dihadapan mereka sambil menghunus pedangnya. Yeo Wool hendak mengeluarkan pedangnya. Tapi tiba-tiba Kang Chi memutar tubuhnya dan melepas sarung pedang Yeo Wool hingga sarung pedang yang tumpul itu yang memukul perut si pengawal. Yeo Wool terkejut.

shot0667 shot0669

Pengawal itu jatuh ke tanah.

Kang Chi menatap Yeo Wool. Lalu mengulurkan tangannya menyentuh pipi Yeo Wool.

“Jangan khawatir. Kak Kang Chi akan melindungimu.”

shot0679 shot0680

Yeo Wool terpana. Kang Chi kehilangan kesadaran dan bersandar di pundak Yeo Wool.

Butir-butir cahaya biru melayang-layang di sekitar mereka. Barulah Yeo Wool menyadari di mana mereka berada. Ia melihat pohon sakura di bawah bulan sabit di hadapannya.

shot0682 shot0684

“Jika Nona bertemu seseorang di sana, Nona harus menghindarinya tak peduli bagaimanapun juga…”

Yeo Wool melirik Kang Chi yang sedang bersandar padanya.

shot0692 shot0695

Komentar:

Drama ini cocok bagi mereka yang menyukai kisah fantasi. Kita tidak bisa melihatnya sebagai sageuk seperti Dong Yi atau bahkan Sungkyunkwan Skandal sekalipun. Dengan beratnya elemen fantasi dalam drama ini, kita harus membuka pikiran untuk berbagai ide yang dituangkan penulis walau kadang terlihat tidak masuk akal.

Karakter yang langung mengambil hatiku dalam episode ini adalah Yeo Wool. Banyak yang mengkritik akting Suzy sejak kemunculan perdananya dalam Dream High, tapi anehnya aku tidak bisa tidak menyukai Suzy. Entah kenapa sikap kakunya malah terlihat cute dan tidak menggangguku, baik di Dream High maupun di Big.

Yeo Wool adalah wanita pendekar, bertolak belakang dengan Chung Joo dan Seo Hwa yang anggun. Karena itu rasanya fresh melihat gadis jaman itu bisa berbicara dan bertingkah bebas layaknya laki-laki. Tapi ia tetap wanita, yang mengkhawatirkan jodohnya nanti. Aku yakin, berbeda dengan Seo Hwa, Yeo Wool akan lebih bisa menerima Kang Chi.

Note: Asistenku dan asisten Dee udah balik jadi moga-moga selanjutnya sinopnya bisa lebih cepat😉

Via: kdramatized.com

Shared at shiningyesung.wordpress.com  by @CHAEMI3424

TAKE OUT WITH FULL AND PROPER CREDITS.

One thought on “Sinopsis Gu Family Book Eps 3 Part 2

  1. Ping-balik: Sinopsis Gu Family Book Eps. 3 Part 1 | Shining Yesung ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s