Sinopsis Cheongdamdong Alice Eps. 4 Part 1


Se Kyung mengatakan keinginannya untuk membeli baju dan barang bermerek yang diinginkannya, pergi ke tempat yang diinginkannya. Se Kyung tidak ingin hidup seperti harga beberapa dollar (sekitar 1.000-2.000 dollar). Ia ingin mengurus keluarganya seperti orang lain. Se Kyung, dia akan hidup seperti itu. Ia lalu pergi meninggalkan Yoon Joo.

Episode 4

Dong Wook tahu alasan Seung Jo menangis, karena wanita itu (Se Kyung)? Seung Jo tidak tahu alasannya, ia bingung apa Dong Wook benar?

Yoon Joo memanggil Se Kyung, ia belum mendengar jawaban yang kedua. Ia lalu memberikan amplop yang diambilnya dibrankas, semua yang diinginkan Se Kyung ada disitu.  Dan seperti perkataan Se Kyung, dirinya yang tidak lebih baik dari Se Kyung bagaimana bisa pindah ke Cheongdam Dong. Apa Se Kyung mau mencobanya?

Se Kyung mengambil amplopnya, tapi Yoon Joo menahannya, “Inilah semua yang bisa kuberi padamu. Lakukan sisanya dengan caramu sendiri.” Se Kyung bertanya, “Sisanya? Dengan jalanku sendiri?”

Yoon Joo menarik amplopnya, ia bertanya “Apakah, kau pikir aku mau memperkenalkan pria padamu? Bangunlah! Aku tidak berencana menjalin hubungan denganmu. Tapi.. Aku setidaknya membantumu diawal. Ketahuilah SATU hal.. Saat kau mengambil ini, kau dan aku sudah berdamai.” Se Kyung mengerti.

Yoon Joo melepaskan cengkramannya dari amplop itu. Se Kyung lalu menarik amplopnya.

Se Kyung perlahan membuka amplop itu dan isinya adalah buku diary Yoon Joo yang berwarna merah. Ia membuka bukunya, ada tulisan.

Chapter One: Jika kau ingin menjadi hitam (kotor), yakinkan kau adalah hitam sepenuhnya!

Seung Jo mengatakan kalau dia (Se Kyung) mungkin terluka, merasa di khianati dan marah. Tapi dia tetap menyalahkan dirinya, Seung Jo mengulang kembali apa yang dikatakan Se Kyung, “Karena aku, dia (In Chan) menjadi picik dan melakukan hal ini.”

Seung Jo masih terus berbicara, “Dan lalu.. Ketika dia mulai memiliki pikiran negatif.. Dia tidak seharusnya! Oh NO! What do I do? What do I do? What do I do?” Dong Wook bertanya apa Seung Jo menyukai wanita itu? Seung Jo terkejut.

“Baiklah, dia mengkhawatirkanmu, membuatmu gelisah sekaligus wanita itu membuatmu menangis!” ujar Dong Wook. Seung Jo membentak Dong Wook, “HEY! Jika KAU menangis, apa itu artinya kau menyukai seseorang? Maksudku, kau menonton dokumentasi tentang  nenek yang menyedihkan dan apakah CINTA mengalir dari hatimu dan membuatmu menagis menontonnya?”

Dong Wook tersenyum, “Kalau begitu.. Kenapa kau bertingkah seperti Daddy Long-legs (pernah dengan DLl di City Hunter)?” Seung Jo lalu berteriak sebanyak dua kali, “HEALING”

Se Kyung masuk kerumah, Ibu dan Se Jin langsung bertanya kenapa mereka bicara sangat lama? Apa yang dikatakannya? Ibu menerka kalau Yoon Joo mengetahui kondisi mereka.. Ayah memutuskan untuk menjual rumah mereka dan mengontrak disuatu tempat, tentu saja semuanya terkejut.

Ibu dan Se Jin langsung berlari ke hadapan Ayah. Ayah juga akan membuka toko roti baru karena JK Mart membuat uang mereka minus (rugi). Jika mereka bertahan, maka mereka akan berhutang lagi. Se Jin protes, kenapa ini begitu tiba-tiba? Ayah meminta maaf karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Ayah memiliki keinginan diusianya yang seperti ini, dia berharap bisa memiliki rumah atas namanya dan lalu memberinya pada anaknya. Ayah berpikir kalau di Seoul banyak apartemen tapi tidak ada satu pun yang menjadi miliknya.

Dan setelah menjual toko roti yang sudah dibangun Ayah 30 tahun, masih ada sisa $5.000. Ayah menangis, hasil kerjanya selama 30 tahun hanya ada $5.000. Ia lalu bangkit, berjalan menuju ke teras depan rumah.

Ayah menangis, ia melihat banyak pengunjung yang membeli di JK Mart. Se Kyung berkata dalam hati, “Jika kau ingin menjadi hitam (kotor), yakinkan kau adalah hitam sepenuhnya!”

Se Kyung sudah melihat chapter satu yang berisi situasi Yoon Joo, “Apa hal yang akan terjadi, apakah jenis godaan, apakah jenis rasa sakit, dan apakah benih lain mungkin jatuh.. Itu adalah sesuatu yang tidak kau kenal.” ujar Yoon Joo.

Se Kyung sudah bersiap, dia sudah yakin menjadi hitam (kotor) sepenuhnya. Yoon Joo bertanya, “Kalau begitu.. Haruskah kita mulai sekarang?” Ia lalu membuka buku diarinya..

Chapter 2: Menemukan kelinci putih..

Hahaha, sama kayak cerita Alice in Wonderland, ketemu kelinci putih dan kemudian mendapat masalah..

Yoon Joo bertanya pada Se Kyung, “Kau tahu kelinci putih yang membawa Alice ke Wonderland, kan?”

Dan selanjutnya, disebuah restoran ada dua orang wanita yang memperebutkan tempat duduk. Tempat duduk di sebuah restoran terkenal di Cheongdam Dong, Etoile. Restoran dimana harga makanan yang paling murah $200 dan dipenuhi dengan wanita, wanita yang menunggu kedatangan Tommy Hong.

Disana banyak wanita yang melambaikan tangan padanya, tapi ia tidak menggubrisnya. Tommy Hong, dia adalah seorang desainer. Ia lalu memesan salad asparagus, tanpa saus.

Dia memulai karirnya sebagai seorang desainer dalam negeri yang terlatih yang kebanyakan bekerja sebagai koordinator pribadi Nyonyanya. Dari sana, dia mulai mengkoordinasikan menantu Nyonya-Nyonya untuk kepentingan mereka, dengan begitu ia mendapat imbalan. Ia pun mendapat predikat desainer terlaris di Cheongdam Dong dan matchmaker (cupid).

Dan pria tadi (Tommy Hong) adalah kelinci putih yang akan membawa Se Kyung ke Cheongdam Dong. “Apa aku perlu orang seperti itu?” tanya Se Kyung. “Lalu, apa kau berharap ada insiden mobil karena kesempatan, yang akan membawamu masuk dengan sebuah alasan, (lalu) berkata: ‘Kau adalah orang pertama yang memperlakukanku seperti ini!’ Berharap sesuatu seperti itu? Atau, terpesona pada pandangan pertama, memikatnya, dan jatuh dengan nafsu dalam cinta?”

Hal itu bisa saja terjadi, karena itulah yang dinamakan cinta. Tapi sebelum memilikinya, setidaknya Se Kyung bertemu dengannya. Apa Se Kyung punya seseorang yang mau menolongnya, pasti tidak ada karena dia bukan orang yang seperti itu. Bahkan untuk orang seperti Se Kyung memerlukan waktu, usaha, dan uang untuk menemukan orang itu (yang mau menolong), karena seperti itulah negara tempat mereka tinggal.

Jadi apa yang harus mereka lakukan pertama kali untuk menangkap kelinci putih? Styling. Yoon Joo menyuruh Se Kyung datang ke Etoile jam 4 sore besok, tentunya dengan Cheongdam-dong style versi Se Kyung.

Ho Min kesal karena ia menyuruh kakaknya untuk tidak membantu Se Kyung, tapi ia tidak menurut. Yoon Joo menyuruhnya untuk tidak khawatir, susun saja rencananya (rencana apa???). Ia balik memarahi Ho Min yang baru saja membuka toko didaerah yang mahal tapi hanya mendapat beberapa konsumen.

Yoon Joo tidak memandang rendah Se Kyung, menurutnya Se Kyung orang yang tahu apa apa yang diinginkannya.

Se Kyung menggambar desain. Ia terlihat bingung dan akhirnya memilih untuk membuka buku diari Yoon Joo, membaca kelanjutannya..

Chapter 3: “Ini bukanlah sesuatu tiruan yang membuat hal itu terlihat rendah, itu adalah pikiran yang membuatnya rendah”

Se Kyung menghampiri Yoon Joo yang tengah duduk minum teh di salah satu kursi di Etoile. Yoon Joo tersenyum melihat Se Kyung yang mengubah style, sepatu bertumit rendah, line-A pada dress yang dikenakan, tas klasik, dan jaket wol. Yoon Joo tersenyum mengejek karena Se Kyung berpikir kalau yang dikenakannya adalah style Cheongdam.

Tidak, dia hanya ingin tampil beda, menarik perhatian pria bodoh. Semua pakaian yang dikenakannya adalah style Cheongdam mode 70-an. Yoon Joo memuji Se Kyung yang ingin terlihat manis dan gunawan, itu tidak salah tapi orang disekitar mereka tidak ada yang menggunakan tas single classic.

Tas yang diturunkan dari Ibu ke anak perempuannya, anak perempuan itu ke anak perempuannya. Yoon Joo tertawa, bagaimana bisa Se Kyung mewariskan tas? Tas itu tidaklah dipengaruhi oleh trend dan kecocokan dengan pakaian? Hal seperti itu hanyalah penting untuk seseorang yang hanya bisa membeli produk satu desainer di hidupnya.

Yoon Joo memberi saran untuk tidak membawa tas seperti itu karena itu membuatnya terlihat miskin. Jadi, jenis tas yang seperti apa yang harus Se Kyung pakai? Bukan sesuatu yang semua orang kenal, tapi sesuatu yang membuat semua orang bertanya, ‘dari mana itu?’, tas seperti itulah yang harus dibawa Se Kyung.

Tidak harus buatan desainer, tidak harus mahal, tapi harus cocok dengan busana yang dikenakan dan tidak terlalu mencolok, tapi bahan yang digunakan harus kualitas tinggi. Sama halnya dengan sepatu Se Kyung, terlihat mewah dan yang paling penting terlihat baru.

Yoon Joo memberi nasehat, “Jangan berlari karena terburu-buru (nanti sepatunya terjepit di celah lubang pejalan kaki). Jika tidak punya mobil, gunakan taxi (nanti sepatu terkena lumpur).”

Se Kyung mencatat di buku diary versinya, “Cheongdam style tidak terfokus pada label desainer, tapi lebih bagus kalau itu terlihat baru karena tidak ada alasan untuk menjalankan atau melakukan pekerjaan berat. Sosial status berasal dari pakaianmu.”

Tidak penting jika benda itu mahal, tapi pada akhirnya hal itu menyangkut tentang uang. Menurut Yoon Joo yang penting adalah pikiran, bukan apa yang pakai dan apa yang kau bawa tapi lebih mengacu ke mengapa kau membawa dan memakai benda itu.

Kau harus mengerti pikiran orang kaya, mata yang suka membedakan secara alami, jadi jangan mencoba menipu mereka dengan mudah, lalu kau tidak akan bisa mengerti pikiran mereka. Lalu, apa Se Kyung sudah tahu apa yang diinginkannya? Se Kyung menjawab ya, pekerja separuh waktu.

Menjadi pekerja paruh waktu di Etoile, tempat dimana wanita datang bersenjata dari kepala sampai ujung kaki untuk mendapat perhatian kelinci. Se Kyung sudah memiliki rencana, sementara kelinci mengamati wanita, dia akan mengamati si kelinci. Dia melakukan itu karena tidak mempunyai uang, tidak bisa mendapatkan apa yang dibutuhkannya dan ia akan melakukan cara lain.

Yoon Joo tidak tahu apa yang akan dilakukan Se Kyung, tapi ingat jangan melakukan pekerjaan dengan cara yang dilakukan Se Kyung sekarang.

Kelinci sasaran berjalan menemui seorang ahjuma, mertuanya Yoon Joo yang ingin agar Tommy Hong menjadi cupit antara anaknya In Hwa dengan Jean Thierry Cha (Seung Jo). Tommy Hong berpikir kalau waktu yang aneh untuk bertemu dengan orang aneh.

Jadi, dia udh tau kalau Seung Jo orang yang aneh ._. Apa aku harus memanggil mertuanya Yoon Joo dengan sebutan Nyonya Shin?

Mertuanya Yoon Joo tidak mengerti maksud Tommy Hong, maka ia pun menjelaskan kalau ia sudah berencana bertemu dengan Jean Thierry Cha. Sepertinya rencana Tommy Hong itu mendapat imbalan, imbalan yang sudah pasti.

Seung Jo ada di mobil, ia teringat pertanyaan Dong Wook, “Do you like her?” Ia kesal, “Crazy punk..”

Sekretaris Moon memberitahu Seung Jo kalau kegiatan terakhirnya hari ini adalah bertemu dengan Tommy Hong jam 6.30. Seung Jo menyuruh Sekretaris Moon untuk mengecek jadwal meetingnya. Tak lupa Sekretaris Moon memberitahu kabar terbaru tentang In Chan yang membayar kembali hutangnya dengan uang $5.000 itu dan pergi, akhir yang seperti itu membuat Se Kyung kacau (upset). Seung Jo lalu menyuruh Sekretaris Kim untuk berjaga-jaga jangan sampai So In Chan muncul lagi di perusahaan.

Selepas kepergian Sekretaris Moon yang akan mengecek jadwal meeting, Seung Jo langsung berjalan cepat menuju kursinya lalu mengambil handphone, mengirim SMS kepada Se Kyung, “Ms. Han Se Kyung, ini Sekretaris Kim. Tentang So In Chan..” Dia lalu menghapusnya,

dan menggantinya dengan, “Presdir cemas..” untuk kedua kalinya, ia menghapus textnya..

lalu mengetik lagi, “Apa kau baik-baik saja?” Kegiatannya itu diganggu oleh Sekretaris Moon yang mengajaknya ke ruang konferensi.

Dan akhirnya, pesan yang terkirim adalah, “Apa kau baik-baik saja?~~^^”

(Kyk’a merk hp oppa Samsung, sama kyk merek mantan hpku..)

Se Kyung terkesima dengan hasil temuan Ah Jung tentang Tommy Hong. Ah Jung heran kenapa Tommy Hong? Se Kyung tidak bisa mengatakannya sekarang, dan Ah Jung akan mendapat tas bermerek darinya. Ah Jung menjadi semangat dan mengatakan ia akan mendapatkan semua informasi tentang Tommy Hong, temukan semua infonya secepatnya.

Se Kyung menutup teleponnya, ia pun mulai mencari artikel layaknya wartawan mencari berita. Ia melihat ada pesan dari Seung Jo lalu membalasnya dan setelah itu membiarkan hpnya tergeletak begitu saja. Ia kembali mencari info tentang kelinci putihnya itu.

Ini namanya korupsi, memakai fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi._.

Seung Jo memperhatikan moderator menjelaskan idenya. Tapi, ia tidak memperhatikan dengan seksama karena dirinya tengah menunggu balasan pesan dari Se Kyung, dan yang ditunggunya pun menjawab, “Ya, aku baik-baik saja.” Percakapan sampai pada tanda titik yang artinya ia harus berganti topik.

Seung Jo bingung bagaimana caranya ia hendak menyambung percakapan. Ia pun mengetik pesan sedang matanya melihat kedepan, kearah moderator.

Se Kyung selesai mencetak lembaran info tentang Tommy Hong. Ia lalu melihat pesan di hpnya (mungkin ia menunggu pesan dari Ah Jung) yang ternyata dari Seung Jo, “Bagaimana kau bisa baik-baik saja?”

Se Kyung ingin membalas, “Urus urusanmu sendiri.” tapi ia segera menghapusnya karena tiba-tiba Mr. Kim datang membawa pesanan dan juga jangan lupa membeli sepatunya. Se Kyung mengerti, ia lalu membawa artikel yang sudah diprintnya dan juga hpnya.

Ini juga korupsi, menggunakan jasa yang seharusnya untuk kepentingan kantor untuk kepentingan pribadi ._.

Seung Jo terus mengetik pesan, dia lalu bicara, “geez.. (ya ampun)” dan seluruh orang langsung melihat kearahnya. Moderator mungkin tersinggung, tapi Seung Jo langsung menjelaskan, “Kenapa kita melakukan kolaborasi ini? Ini karena tas desainer memiliki pasar saham yang kuat tapi ini lemah bidang pakaian. Jika kita ingin memperlemah formula kita, kalau begitu tidak perlu meneruskan kerja sama.” Moderator mengerti, ia pun melanjutkan presentasinya.

Dan Seung Jo tetap cemas, bukan karena rapat tapi karena menunggu balasan pesan dari Se Kyung yang tak kunjung tiba.

Yang dikirim pesan sedang sibuk kesana kemari membeli barang pesanan.

Seung Jo terus mengirimnya pesan, ia tidak sabar menunggu balasan pesan dari Se Kyung. Saking cemasnya, dia sampai menggerakkan kakinya dan menaruh jari didepan mulut, seperti hendak mengigit kuku.

Moderator membagikan profil desainer yang akan kerja sama dengan mereka dan In Hwa sebagai ketua tim. Seung Jo sudah tidak sabar lagi, ia berdiri dan mengatakan mereka akan menggunakan style New York jaman sekarang. Tak lupa mengambil tablet PCnya dan berlari keluar ruangan.

Seung Jo bertemu dengan Se Kyung tepat ketika Se Kyung mengeluarkan barang pesanan dari bagasi mobil. Seung Jo langsung bertanya kenapa Se Kyung tidak membalas pesannya? Se Kyung yang tidak memperhatikan hpnya pun langsung melihat ada banyak pesan.

Se Kyung bertanya apa ada masalah? Seung Jo menjawab seadanya, “Aku kehilangan komunikasi.” Se Kyung bingung. Seung Jo menjelaskan, “Percakapan kita (kayak’a ga pake kita deh -_-)? Kita sedang bicara? Bagaimana kau berhenti ditengah percakapan? Aku bahkan bertanya padamu. Bagaimana kau berhenti membalasnya lagi? How? Pikirkan itu. Jika kau mengobrol, dan orang lain berhenti membalas. Apa yang akan kau pikirkan?”

“Apakah dia terkena insiden? Apakah dia jatuh pingsan? Pikirkan betapa cemasnya aku sampai aku datang kesini.” Seung Jo menjelaskan dengan SEDIKIT berlebihan. Se Kyung heran, apa Seung Jo ingin berdebat karena ia tidak membalas pesannya?

Seung Jo yang sedang kesal malah semakin jengkel, “berdebat? aku hanya bertanya. aku ingin tahu mengapa pesannya berhenti.” Se Kyung bingung karena Seung Jo bertingkah aneh, ia lalu meminta maaf karena sedang sibuk.

Seung Jo semakin kesal melihat Se Kyung yang membawa banyak barang. Se Kyung pun menjelaskan kalau ia membeli barang yang dibutuhkan Nyonya, itulah bagaimana mereka bisa bertemu. Seung Jo kesal, bukan kepada Se Kyung tapi kepada Yoon Joo.

Se Kyung meminta bantuan mengeluarkan barang-barang dari bagasi lalu menutup bagasinya. Seung Jo mengoceh tantang bagaimana mereka mempekerjakan seseorang, apakah pemegang saham mengetahui hal ini atau tidak.

Se Kyung tiba-tiba bertanya apa ini kali pertama Seung Jo bertemu dengan orang seperti dirinya? Apa di Artemis tidak ada kontraktor sementara sepertinya? Seung Jo memperbesar nada bicaranya, kenapa mereka tiba-tiba menyinggung perusahaannya? Karena tidak ada topik lain, Se Kyung pun akhirnya pergi meninggalkan Seung Jo dengan banyak barang dilengannya.

Seung Jo hanya bisa menghela nafas. Sekarang dia bisa lega..

Seung Jo melihat profil para desainer yang akan bekerja sama dengan mereka, tapi menurutnya ada yang hilang yaitu profil Se Kyung. Sekretaris Moon pun menjelaskan kalau Se Kyung adalah pekerja kontrak, pekerja kontrak yang tidak terpilih menjadi desainer tetapi pesuruh. Seung Jo lalu menyuruh agar profil Han Se Kyung dikirim.

Mr. Kim memberitahu In Hwa agar mengirim profil Se Kyung, sesuai dengan permintaan Artemis dan tentu saja Mr. Kim bingung hubungan antara Se Kyung dengan Artemis. In Hwa menyuruh Mr. Kim untuk mengirimnya.

Se Kyung tiba keruang kerjanya dengan membawa sebuah kotak dan sepatu diatasnya. In Hwa bertanya apa Se Kyung punya kenalan yang bekerja di Artemis? Se Kyung menjawab tidak. Mata In Hwa tidak sengaja melihat sepatu yang dikenakan Se Kyung.

Se Kyung lalu menunjukkan sepatu yang dipesan Mr. Kim dan tentu saja ia menyuruh agar Se Kyung menurunkan sepatunya, tapi terlambat karena In Hwa terlanjur melihatnya. Mr. Kim hanya bisa menutup matanya, siap menerima omelan dari atasan tercinta.. Wkwkwk

Bagaimanakah kelanjutannya? Apakah Se Kyung bisa mendapat kelinci putih atau tidak?

To Be Continue Eps. 5 …..
Shared at shiningyesung.wordpress.com  by @CHAEMI3424
TAKE OUT WITH FULL AND PROPER CREDITS.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s